PADANG —
Sebanyak 22 Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di lingkungan 14 Kepolisian Resor (Polres) jajaran Polda Sumatera Barat mengalami pergantian jabatan. Pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus langkah penyegaran personel dalam rangka mendukung peningkatan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Mutasi sejumlah pejabat tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Sumatera Barat Nomor ST/752/IX/KEP./2026 tertanggal 28 September 2026.

Pergantian jabatan Kapolsek menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan organisasi kepolisian, mengingat Kapolsek memiliki peran langsung dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum masing-masing.

Kapolsek tidak hanya dituntut mampu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga dituntut membangun komunikasi dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta berbagai elemen lainnya.

Karena itu, setiap pergantian pejabat di tingkat Polsek diharapkan dapat memberikan energi baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah Kapolsek di Polresta Padang Berganti

Di lingkungan Polresta Padang, sejumlah posisi Kapolsek mengalami pergantian.

Kompol Robby Setiadi Purba, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Lubuk Begalung, diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakil Kepala Polres Dharmasraya.

Posisi Kapolsek Lubuk Begalung yang ditinggalkan kemudian diisi oleh AKP Harmon, yang sebelumnya menjabat sebagai Pjs. Kapolsek Padang Timur.

Sementara itu, posisi Kapolsek Padang Timur dipercayakan kepada AKP Ronnal Yandra, yang sebelumnya bertugas sebagai Perwira Unit 1 Subdit Pamwil Tertentu Ditpamobvit Polda Sumbar.

Pergantian juga terjadi di jajaran Polsek Bungus. AKP Syamsurijal, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Bungus, mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang.

Jabatan Kapolsek Bungus selanjutnya diisi oleh AKP Rony Az, yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit 1 Seksi Pamlu Subdit Gakkum dan Tugas Umum Ditsamapta Polda Sumbar.

Kemudian, AKP Ade Saputra, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Pesisir Selatan, kini mendapat amanah sebagai Kapolsek Nanggalo.

Rangkaian pergantian tersebut menunjukkan adanya rotasi personel pada sejumlah posisi strategis di wilayah hukum Polresta Padang.

Dengan adanya pejabat baru, masyarakat tentu berharap pelayanan kepolisian di tingkat kewilayahan semakin responsif, terbuka dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, penegakan hukum serta pelayanan publik.

Pergantian Kapolsek di Lingkungan Polres Solok

Mutasi juga terjadi di lingkungan Polres Solok.

AKP Afrizal, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Pantai Cermin, mendapat penugasan baru sebagai Kepala Seksi Hukum Polres Solok.

Sementara posisi Kapolsek Pantai Cermin kemudian dipercayakan kepada Iptu Rika Rosmuherrom Adnes, yang sebelumnya menjabat sebagai Pjs. Kapolsek Koto VII Polres Sijunjung.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran jabatan di tubuh kepolisian daerah Sumatera Barat.

Kapolsek Dituntut Dekat dengan Masyarakat

Pergantian pejabat kepolisian di tingkat Polsek memiliki arti penting karena Polsek merupakan salah satu ujung tombak pelayanan Polri kepada masyarakat.

Di tengah perkembangan persoalan kamtibmas yang semakin beragam, Kapolsek dituntut mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta mengambil langkah cepat dan terukur terhadap setiap persoalan yang muncul di wilayah hukumnya.

Pendekatan yang humanis, pelayanan yang profesional, serta penegakan hukum yang sesuai ketentuan menjadi sejumlah aspek yang diharapkan terus diperkuat.

Masyarakat juga membutuhkan kehadiran polisi bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan pencegahan, pembinaan masyarakat, penyelesaian persoalan sosial, serta membangun rasa aman di lingkungan masing-masing.

Karena itu, pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera memahami karakteristik wilayah, potensi gangguan kamtibmas, sekaligus membangun koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

Momentum Memperkuat Pelayanan Kepolisian

Mutasi dan rotasi jabatan dalam organisasi kepolisian merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier serta kebutuhan organisasi.

Pergantian pejabat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat pola pelayanan kepada masyarakat. Setiap pejabat baru memiliki tantangan tersendiri sesuai karakter wilayah hukum yang dipimpinnya.

Khusus di wilayah perkotaan seperti Kota Padang, berbagai persoalan masyarakat membutuhkan respons kepolisian yang cepat, tepat dan terukur.

Sementara di wilayah kabupaten, karakter geografis dan sosial masyarakat juga membutuhkan pola pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Dengan demikian, pergantian Kapolsek diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian nama pada struktur organisasi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian.

Jaga Kamtibmas dan Kepercayaan Masyarakat

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, media serta seluruh lapisan masyarakat.

Kapolsek sebagai pimpinan kepolisian di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi tersebut.

Dengan adanya pejabat baru, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin kuat dan berbagai persoalan kamtibmas dapat ditangani melalui langkah yang cepat, profesional dan tetap mengedepankan aturan hukum.

Pergantian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para pejabat yang menerima amanah baru untuk membuktikan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berikut Sejumlah Pergantian Jabatan yang Tercantum

Polresta Padang:

  1. Kompol Robby Setiadi Purba — sebelumnya Kapolsek Lubuk Begalung, diangkat menjadi Wakil Kepala Polres Dharmasraya.
  2. AKP Harmon — sebelumnya Pjs. Kapolsek Padang Timur, menjadi Kapolsek Lubuk Begalung.
  3. AKP Ronnal Yandra — sebelumnya Perwira Unit 1 Subdit Pamwil Tertentu Ditpamobvit Polda Sumbar, menjadi Kapolsek Padang Timur.
  4. AKP Syamsurijal — sebelumnya Kapolsek Bungus, menjadi Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Padang.
  5. AKP Rony Az — sebelumnya Kanit 1 Seksi Pamlu Subdit Gakkum dan Tugas Umum Ditsamapta Polda Sumbar, menjadi Kapolsek Bungus.
  6. AKP Ade Saputra — sebelumnya Kasat Lantas Polres Pesisir Selatan, menjadi Kapolsek Nanggalo.

Polres Solok:

  1. AKP Afrizal — sebelumnya Kapolsek Pantai Cermin, menjadi Kepala Seksi Hukum Polres Solok.
  2. Iptu Rika Rosmuherrom Adnes — sebelumnya Pjs. Kapolsek Koto VII Polres Sijunjung, menjadi Kapolsek Pantai Cermin.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rangkaian mutasi pejabat di lingkungan Polda Sumatera Barat sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Sumbar Nomor ST/752/IX/KEP./2026 tanggal 28 September 2026.

Dengan adanya penyegaran personel tersebut, perhatian masyarakat kini tertuju pada bagaimana para pejabat baru menjalankan amanah dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan seorang Kapolsek tidak hanya dapat dilihat dari pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, menjaga situasi kamtibmas, merespons laporan masyarakat serta menciptakan pelayanan publik yang profesional dan humanis.

Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi. Tantangan berikutnya adalah bagaimana amanah jabatan tersebut diterjemahkan menjadi kinerja nyata di lapangan demi terciptanya keamanan, ketertiban dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat Sumatera Barat. Tutup nya.

(Hendri Ariswandi/ALISYAnews)