PADANG – Suasana berbeda tampak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang yang berlokasi di Anak Air, Kota Padang, pada Minggu pagi. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Perempuan Padang, Susi Andriani Pohan, seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) wanita bersama petugas lapas melaksanakan kegiatan gotong royong (goro) dan penghijauan lingkungan sebagai bagian dari pelatihan karakter serta peningkatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari libur tersebut berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para warga binaan terlihat membersihkan berbagai area lapas, mulai dari halaman, taman, ruang kerja, hingga lingkungan sekitar blok perumahan. Selain itu, dilakukan juga penataan sejumlah ruangan agar terlihat lebih rapi, nyaman, dan mendukung pelayanan yang lebih baik.

Menurut Kelapas Perempuan Padang Susi Andriani Pohan, kegiatan gotong royong tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi sarana pelatihan mental dan karakter bagi warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan mengajarkan nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan goro bersama ini, kami ingin menanamkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan lapas. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama dan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter yang positif,” ujar Susi Andriani Pohan.

Selain kegiatan kebersihan, warga binaan juga melaksanakan program penghijauan dengan menanam sejumlah pohon ketapang dan tanaman pelindung lainnya di area parkir serta lingkungan lapas. Program ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk, teduh, dan nyaman bagi seluruh penghuni maupun petugas yang beraktivitas di dalam lapas.

Dari dokumentasi kegiatan yang dipublikasikan, terlihat para warga binaan dengan antusias melakukan penanaman pohon secara bersama-sama. Mereka membersihkan area yang akan ditanami, menyiapkan media tanam, hingga memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan semangat perubahan positif di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, kegiatan sidak kebersihan juga dilakukan di sejumlah ruangan kerja. Hasilnya, berbagai ruangan di Lapas Perempuan Padang dinilai tertata rapi, bersih, dan nyaman. Beberapa penyesuaian kecil dilakukan agar tata ruang menjadi lebih efektif dan sedap dipandang, sehingga mendukung kenyamanan kerja petugas pelayanan serta kepada masyarakat.

Program pelatihan berbasis kebersihan dan lingkungan hidup ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Perempuan Kelas IIB Padang dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Selain menjalani masa pelatihan, warga binaan juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan sikap positif yang nantinya dapat diterapkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Susi Andriani Pohan menegaskan, pelatihan di dalam lapas tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kepribadian. Oleh karena itu, berbagai kegiatan positif terus digalakkan agar warga binaan memiliki bekal moral, keterampilan, dan pengalaman yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa depan.

Kegiatan gotong royong dan penghijauan yang dilaksanakan setiap akhir pekan ini diharapkan dapat menjadi budaya positif di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIB Padang. Dengan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata rapi, suasana pelatihan akan menjadi lebih kondusif sehingga mampu mendukung proses pembentukan pribadi yang lebih baik bagi seluruh warga binaan.

Melalui kepemimpinan Kelapas Perempuan Padang Susi Andriani Pohan, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan masyarakat yang bersih, sehat, aman, serta penuh nilai-nilai kebersamaan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para warga binaan pada hari Minggu ini menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat tumbuh melalui kerja sama, kepedulian, dan pembinaan yang berkelanjutan. Tutup nya.

Tim. ALISYANEWS.